Kenali Transmisi Matic Sehat dari RPM-nya

Oleh : Hermas E Prabowo (Teknisi Ahli di Worner Matic)

Tidak jarang pemilik mobil awam kesulitan memastikan apakah transmisi matic mobilnya dalam kondisi sehat atau tidak. Terutama untuk jenis transmisi matic AT Konvensional.

Padahal ada cara yang mudah untuk mendeteksinya, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Nggak perlu punya keahlian khusus, cukup bermodal kepekaan berkendara saja.

Caranya sangat sederhana. Dengan memantau pergerakan jarum RPM kendaraan saat mobil jalan.

Perlu diketahui bahwa jarum RPM mesin, mengindikasikan putaran atau rotasi mesin. Biasanya dilambangkan dengan angka 1, 2, 3, 4… dst.

Pada mobil, RPM mesin singkatan dari rotations per minute, atau putaran mesin per menitnya. Yang dideteksi adalah putaran crank shaft, atau poros engkol.

Bila kita cermati, meski angka yang ditunjuk oleh jarum RPM 1, 2, 3, 4 … dst. Tapi pada kenyataannya angka itu dikalikan 1000 (x 1000).

Artinya ketika jarum menunjuk angka 1, maka sejatinya putaran mesin per menit itu 1000, angka 2 menunjuk 2000 dan seterusnya.

Beban Mesin

Pada kondisi mesin hidup tanpa beban (idle) umumnya jarum RPM menunjuk angka kurang dari 1.

Jika dilihat dari live data di scanner, bisa menunjukkan angka reel 650 – 750 tergantung jenis kendaraannya. Beda kapasitas mesin, jenis mesin dan merek mobil, berbeda juga tingkat idle-nya. Tidak ada masalah.

Pada saat mesin hidup, biasanya ada tambahan beban pada mesin yang memengaruhi putaran RPM. Bisa beban AC, lampu maupun kerja transmisi matic

Tambahan beban itu bisa terdeteksi dengan melihat indikator jarum RPM-nya. Itu wajar dan umum terjadi. Meski ada tambahan beban jarum RPM tidak drop, karena otomatis dikoreksi ECU.

Lalu bagaimana cara memastikan transmisi matic sehat atau tidak dari jarum RPM-nya?

Di atas sudah dijelaskan bahwa kerja transmisi matic membebani putaran mesin. Ketika clutch transmisi matic kerja, dan tenaga mesin diteruskan, ada beban pada mesin.

Begitu sebaliknya, saat terjadi peralihan kerja dari clutch satu ke clutch lain, akan terjadi perubahan beban mesin.

Misalkan, saat mobil melaju dengan tuas matic di D, dan posisi gigi 1st mobil jalan lalu pindah gigi 2nd.

Saat terjadi perpindahan dari gigi 1st ke 2nd, maka pada saat terjadi peralihan gear atau kerja clutch, terjadi perubahan beban mesin.

Beban mesin sedikit berkurang, yang ditunjukkan dengan jarum RPM yang sedikit naik karena kerja mesin sedikit ringan, lalu jarum RPM akan kembali turun seiring kerja clutch berikutnya sempurna.

Begitu seterusnya terjadi saat perpindahan ke gear berikutnya. Umumnya pergerakan jarum RPM berkisar 100 – 200 RPM.

Jika tiba-tiba engine meraung sesaat dan jarum RPM naik terlalu ekstrem, ada indikasi transmisi matic slip dan tidak sehat.

Segera bawa ke bengkel spesialis transmisi matic atau bisa ke Worner Matic (Telp/WA 08121015018). Jangan biarkan masalah berlarut untuk mencegah kerusakan lebih parah. (*)

Mau lihat portofolio kami, silakan buka IG Worner Matic(WM)

—————————————————–—

Worner Matic
Bengkel Spesialis Transmisi Otomatis & Mobil Matic AT, CVT, Dual Clutch; mobil CBU & CKD (AS, Eropa dan Asia). Diagnosa Akurat dan Terjangkau. Pasti, Bergaransi & Terpercaya.

Lokasi Bengkel: Bintaro dan Cinere (Depok)
Telp/WA 08121015018

Ada Yang Pasti, untuk Apa Spekulasi

Share dan Like